Marketing Baru Pizza Hut di Tengah Pandemi Covid 19

Al200finale –┬áSejak adanya kebijakan pembatasan sosial skala besar (PSBB) di Indonesia, beberapa restoran terpaksa membatasi operasionalnya di restorannya. Tidak banyak restoran dan kafe yang menerapkan strategi pemasaran baru untuk menghadapi pandemi ini. Dampak pandemi Covid-19 sangat jelas terlihat di dunia bisnis.

Dalam kurun waktu yang relatif singkat, pola pemasaran juga berubah untuk menjaga keberlangsungan perusahaan yang terancam bangkrut. Dengan adanya pandemi Covid-19, para pemasar juga harus mengulurkan hati untuk bisa memasarkan produk atau jasanya kepada konsumen, sebagai strategi branding untuk bertahan dari pandemi Covid-19 saat ini. Oleh karena itu, para konsultan internet marketing harus segera merespon perubahan strategi penjualan secara bertanggung jawab dan tepat agar tidak terjadi penurunan penjualan yang signifikan saat menerapkan social distance.

Seperti yang dilakukan oleh pihak restoran Pizza Hut misalnya, mereka terus berupaya untuk terus berinovasi dalam menerapkan strategi pemasaran yaitu dengan berjualan di sepanjang jalan sebagai alternatif agar operasional restoran dapat tetap berjalan tanpa mengorbankan kebijakan pemerintah.

Pizza Hut adalah jaringan restoran Amerika dan waralaba internasional yang didirikan pada tahun 1958 di Wichita, Kansas, oleh Dan dan Frank Carney. Perusahaan ini terkenal dengan menunya yang menyajikan masakan Italia-Amerika, termasuk pizza dan pasta, serta lauk dan makanan penutup.

Pizza Hut didirikan pada bulan Juni 1958 oleh dua mahasiswa Universitas Negeri Wichita, bersaudara Dan dan Frank Carney, sebagai satu tempat di Wichita, Kansas. Enam bulan kemudian, mereka membuka toko kedua dan dalam setahun, mereka memiliki enam restoran Pizza Hut. Saudara-saudara mulai waralaba pada tahun 1959. Gaya bangunan Pizza Hut yang ikonik dirancang pada tahun 1963 oleh arsitek Chicago George Lindstrom dan diterapkan pada tahun 1969. PepsiCo mengakuisisi Pizza Hut pada November 1977. 20 tahun kemudian, Pizza Hut (bersama dengan Taco Bell dan Kentucky Fried Chicken) dipisahkan oleh PepsiCo pada tanggal 30 Mei 1997, dan ketiga rantai restoran tersebut menjadi bagian dari perusahaan baru bernama Tricon Global Restaurants, Inc. Perusahaan itu bernama Yum! Kebakaran pada tanggal 22 Mei 2002. Sebelum ditutup pada tahun 2015, Pizza Hut tertua di Manhattan, Kansas, berada di distrik perbelanjaan dan makan yang dikenal sebagai Aggieville di dekat Kansas State University. Restoran Pizza Hut pertama di sebelah timur Sungai Mississippi dibuka pada tahun 1966 di Athens, Ohio, oleh Lawrence Berberick dan Gary Meyers. Perusahaan mengumumkan perubahan nama yang dimulai pada 19 November 2014 sebagai upaya meningkatkan penjualan yang sempat menurun dalam dua tahun sebelumnya. Menunya telah diperluas untuk memperkenalkan item yang berbeda seperti rasa crusty dan 11 pizza spesial baru. Pakaian kerja untuk karyawan juga telah diperbarui. Pada tahun 2017, Pizza Hut terdaftar oleh perusahaan Inggris Richtopia di nomor 24 dalam daftar 200 merek paling berpengaruh di dunia.

Pada tanggal 25 dan 27 Juni 2019, Pizza Hut mengembalikan logo mereka dengan “Atap Merah”, yang digunakan dari tahun 1967 hingga 1999. Pada 7 Agustus 2019, Pizza Hut mengumumkan bahwa mereka bermaksud menutup sekitar 500 dari 7496 restorannya di AS pada pertengahan 2021.

Bagaimana dengan harga yang dijual di sepanjang jalan? Apakah lebih murah? Ya, pizza yang dijajakan di sepanjang jalan ini dijual dengan harga yang jauh lebih murah dari biasanya. Para karyawan menjual pizza dengan harga Rp. 100.000 per 4 kotak. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan penjualan di tengah pandemi seperti saat ini. Sebagai informasi, penjualan Pizza Hut mengalami penurunan sebesar 9,31% pada kuartal III menjadi Rp2.665.681.778.682 dari Rp 2.939.487.873.565 pada tahun sebelumnya. Mau tidak mau dia mau dapat BEP [break event point]. Kalau tidak bisa BEP dia rugi. Jadi dia jual sepanjang jalan. Hanya itu yang dibutuhkan sekarang untuk dapat BEP. Kalau tidak, bagaimana dia bisa bertahan, Kata pembicara internet marketing

BEP (Break event point) atau disebut juga break event point. BEP adalah titik dimana pendapatan dan modal yang dikeluarkan tidak mengalami kerugian atau keuntungan. Sebagai salah satu upaya Pizza Hut untuk mencapai point BEP nya yaitu dengan menerapkan strategi pemasaran yang baru yaitu up the street to hawk pizza. Selain sebagai strategi pemasaran untuk mengurangi penurunan penurunan laba, pizza hut memaksa penjualan ini sebagai tindakan agar tidak banyak karyawan yang dipulangkan atau dipecat.